Minggu, 06 Desember 2009

Manfaat Bermain Futsal


Futsal memiliki peranan penting bagi perkembangan bakat pemain sepak bola. Contoh nyata seperti pesepak bola Brazil. Sebagian besar pemain top Brazil bermain futsal di masa kecilnya. Seperti Ronaldinho, Pele, Zico, Socrates, dan Bebeto. Berkat bermain futsal mereka bisa memiliki kelincahan, kecepatan dan intuisi yang sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar di lapangan.


 

Jika dibandingkan dengan sepak bola, peraturan di Futsal jauh lebih ketat. Pemain dilarang melakukan sliding tackle (menjegal dari belakang) dan body charge (benturan badan), jadi pemain futsal bisa mengeluarkan kemampuan tekniknya tanpa takut dicederai lawan.


Ada beberapa faktor yang membantu pemain dalam mengembangkan kemampuan teknik bermain bola yang baik:
- Kecerdasan.
Disini perbedaan sepakbola dan futsal begitu terlihat. Di futsal seorang pemain dituntut bisa melakukan sebuah improvisasi dalam menghadapi masalah dalam bermain. Jadi secara spontan pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya. Futsal ini sangat ideal sebagai sarana mengembangkan intelegensi dalam bermain sepak bola.
- Keahlian Teknik.
Teknik lebih berperan dari tenaga dalam bermain futsal. Jika teknik yang dimiliki pemain tidak memenuhi syarat, pemain tidak bisa melepaskan diri dari pressing lawan. Kondisi ini membuat pemain mau tidak mau harus meningkatkan skill nya. Baik dalam hal kontrol bola, pergerakan dengan dan tanpa bola, footwork, passing, dribbling dan shooting.
- Total Football.
Di futsal, jumlah pemain yang sedikit membuat seluruh pemain bermain dengan total football. Jadi saat tim menyerang, tidak hanya pemain depan yang bekerja. Begitu pula saat bertahan, pemain depan juga turun membantu pertahanan. Maka dari itu, pemain futsal dituntut memiliki stamina yang prima, karena harus selalu bergerak.
- Kecepatan.
Ruang gerak yang sempit membuat aliran bola bergerak cepat diantara kaki pemain. Jadi pemain futsal dituntut untuk bermain cepat, baik dalam hal passing, gerak tipu dan shooting. Tentu hal ini menjadikan nilai lebih jika digunakan dalam bermain sepak bola lapangan besar.
- Hiburan.
Di Futsal terjadinya gol jauh lebih sering daripada di sepak bola. Dengan skill pemain yang tinggi, pergerakan bola yang cepat dan seringnya terjadi gol, maka futsal menjadi tontonan yang menyenangkan.
(sumber : http://yulizarnugraha.ngeblogs.com)



Tips merawat sepatu futsal



Buat kalian yang suka banget main futsal, sepatu futsal merupakan perlengkapan yang wajib, selain untuk keamanan dan kenyamanan sepatu futsal juga harus gaya, nah jika sepatu futsal kita tidak dirawat maka unsur gaya itu berkurang sedikit, pada postingan kali ini saya akan berbagi sedikit tips, yaitu tips merawat sepatu futsal.


Sepatu futsal sering di gunakan dengan intensitas tinggi, sehingga kelembapan dalam sepatu tinggi akibat panas dari suhu kaki dan keringat, biasanya ini akan menyebabkan sepatu menjadi bau, dan mudah rusak, untuk mengatasi hal ini sebaiknya segera longgarkan tali sepatu untuk memberi ruang udara yang masuk pada sepatu, tidak dianjurkan menaruh kaus kaki di dalam sepatu, sebaiknya tambahkan silica gel untuk menyerap kelembapan, jika sepatu kita terlanjur bau setelah di pakai taruh kapur barus bulat, atau dapat di taburkan kopi di dalamnya.




Kenali jenis upper sepatu anda apakah dari kulit asli atau sintetik? jika sintetik cuci seperti biasa dan keringkan di bawah sinar matahari, sebelum di gunakan pastikan sepatu kering sempurna, untuk menghindari kelembapan dan kekuatan lem tetap terjaga.
Untuk upper kulit asli sebaiknya janagan terlalu sering di cuci, hanya keringkan dengan suhu ruangan, setelah kering sempurna sebaiknya gunakam wax kulit/ semir. jika warna semir tidak ada yang cocok gunakan semir netral ini untuk mencegah kulit menjadi kaku dan pecah.
Inti dari kekuatan sepatu adalah perawatan, jadi sepatu original yang bagus dan mahal jika perawatan tidak baik, maka sepatu akan cepat hancur. Jadi rawat sepatu dengan baik, selain bermanfaat untuk kesehatan juga bermanfaat untuk keuangan. (sumber : http://total-futsal.blogspot.com)

Sabtu, 05 Desember 2009

Futsal Sebagai Wahana Pengasah Skill


Robinho
Futsal merupakan olahraga yang sedang naik daun pada saat ini, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa senang bermain futsal, mulai dari negara-negara besar sampai negara kecil yang kurang dikenal pun futsal sangat digandrungi. Ternyata eh ternyata, para pesepak bola handal dunia seperti Pele, Maradona, dan Robinho merupakan contoh diantara para pesepakbola yang menyukai futsal (yang juga dikenal sebagai sepakbola jalanan pada waktu dulu). Menurut mereka dengan bermain futsal mereka dapat meningkatkan kemampuan individunya.
Hal ini dikarenakan di dalam futsal para pemain lebih sering menguasai bola dibanding pada permainan sepak bola dan didukung dengan lapangan yang lebih kecil dan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, semua pemain futsal bisa bermain didalam berbagai posisi dan dapat dengan cepat melakukan serangan maupun bertahan sehingga para pemain tidak hanya menguasai satu macam posisi namun dapat menguasai berbagai macam posisi. Dengan kondisi bola yang lebih berat membuat para pemain lebih terasah dalam mengontrol dan menguasai bola dari lawan sehingga ketika bermain sepak bola mereka dapat dengan mudah mempraktekkannya dengan lebih leluasa mengingat kondisi lapangan yang lebih luas dan hal-hal lain yang berbeda.
Menurut Robinho, dengan bermain futsal dia belajar banyak cara memainkan bola dengan lebih cerdas dan cepat. Alur permainan futsal yang nyaris tiada henti membuatnya sering menguasai bola sehingga kemampuannya semakin baik dalam mempertahankan bola. Senada dengan itu, Maradona, eks kapten timnas sepak bola Argentina mengatakan bahwa, “Setiap hari, aku selalu berlatih bersama dengan dua orang temanku, El Negro dan Beto. Tak peduli terik matahari membakar kulit kami. Lewat permainan di lapangan kecil itulah (futsal), aku bisa mempunyai kemampuan untuk menguasai bola dengan baik”.
Nah begitulah, banyak bintang sepak bola dunia berterimakasih kepada futsal. Olahraga yang mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam bermain bola. Jadi, tunggu apalagi, teruslah bermain dan berlatih futsal. Mudah-mudahan menjadi pemain yang berkualitas nantinya. (sumber : http://futsalku.blogspot.com)

Jumat, 27 November 2009

Falsafah Dasar Futsal?

Futsal adalah permainan yang sangat cepat dan dinamis. Dari segi ukuran lapangan yang relatif kecil hampir tidak ada ruangan untuk membuat kesalahan. Maka dari itu diperlukan kerjasama antar pemain lewat passing yang akurat, bukan mencoba untuk melewati lawan. Karena pemain selalu berangkat dengan falsafah 100% ball possesion. Akan tetapi melalui timing dan positioning yang tepat, kita akan merebut bola dari lawan.
Futsal adalah olahraga beregu. Kolektivitas tinggi akan mengangkat prestasi, contoh siapa yang membuat gol sama sekali tidak penting, yang penting adalah goal. Menang dan kalah itu terjadi di seluruh olahraga, akan tetapi if you die, you die with honour. Tidak ada pemain yang paling berjasa dalam satu tim, yang ada tim yang baik akan menjadikan pemain menjadi bintang.



Futsal harus dimainkan dengan fun dan enjoy. Jika kita bermain dari hati tanpa beban dan kita menikmati permainan ini, prestasi akan lebih cepat datangnya.

Minggu, 15 November 2009

Let’s Kick Racism Out of Football


Lets kick racism out of football !!!

Inilah kampanye perang terhadap tindakan rasialis yang tengah diusung FIFA selaku federasi sepakbola tingkat dunia. Berdasarkan peraturan FIFA yang diluncurkan pada bulan maret tahun 2006 lalu untuk meredam rasisme, klub akan mendapat pengurangan tiga angka untuk serangan rasis pertama, enam angka untuk serangan kedua dan bisa juga pertandingan akan dipindahkan ke tempat lain jika serangan rasis itu terus berulang. Atau bisa juga berupa denda dalam bentuk uang. Ketat juga nih aturan.

Tentu saja peraturan dari FIFA ini secara otomatis diamini oleh UEFA selaku badan Sepakbola Eropa atau Konfederasi Amerika Selatan (CSF). Termasuk federasi sepakbola di masing-masing negara Eropa. Seperti Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) yang telah memberikan sanksi denda 9.000 euro (11.000 dolar AS) kepada Real Zaragoza terkait perlakuan rasisme pada strikter el-Barca, Eto’o. (Media Indonesia Online, 12/04/06)

Atau, FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) yang juga ngasih ‘hadiah’ pada tim Lazio berupa denda sebesar 8 ribu euro (sekitar Rp 88 juta). Pasalnya, beberapa suporter Lazio meneriakkan revolusi ala tokoh fasis Italia, Benito Mussolini, dengan membawa bendera bergambar simbol pegerakan Neo Nazi Italia, swastika saat menjamu Livorno di Stadion Armando Picchi. (Eramuslim, 15/12/05).

Padahal justru para pendukung Livorno menentang fasis. Ini sih emang nyari ribut! Juga KNVB (asosiasi sepak bola Belanda) yang menghukum Den Haag dengan sanksi menggelar pertandingan tanpa penonton di dua partai home mereka berikutnya. Ini buntut dari teriakan bernada pelecehan rasial yang dilakukan para suporter Den Haag kepada para pemain PSV yang berkulit hitam. (JawaPos.com, 25/11/04)

Bahkan sebuah pengadilan Inggris menjatuhkan denda 1.000 pound (1.880 dolar AS) dan larangan lima tahun menyaksikan pertandingan sepakbola secara langsung di lapangan pada seorang suporter Jason Perryman (22), yang menghina dengan teriakan monyet pada striker Birmingham City, Dwight Yorke. (Suara Merdeka, 26/11/04).

Sejauh ini FIFA emang udah mati-matian perang lawan rasisme ini. Sayangnya masih belum maksimal, karena rasisme lahir dari perasaan superior. Dan aturan FIFA cuma bisa menghimbau untuk tidak bersikap rasis, tapi tak mampu menjinakkan perasaan superior yang selalu hadir dalam setiap event olahraga sepak bola, bisa jadi gaung kampanye anti rasis yang digembor-gemborkan FIFA nggak pernah nyampe garis finish.